Resensi: Moga Bunda disayang Allah 2

Akhirnya hati karang luluh jua. penyebabnya sepele. Setelah menolak mentah-mentah tawaran Bunda untuk mengurus merpati, Karang seperti biasa mencari bar untuk minum setiap malam. Malam itu agak berbeda. Bar tempat bisasa karang minum tiba-tiba tutup. Karang berkeliling kota untuk mencari bar lain guna memuasakan keinginannya. Tiba-tiba karang bertemu dengan dua orang lansia (Lanjut Usia). kondisinya memprihatinkan. baju kumal dan kotor ditambah bau aroma yang tidak sedap dari tubuh mereka. Kedua lansia tersebut sedang diganggu oleh berandal jalanan. Karang hemdak , membantu, tapi kedua lansia tersebut menolak. salah seorang dari mereka berkata ” Urus saja dirimu sendiri!, kami tidak mau dibantu oleh orang yang untuk mengurus dirinya sendiri saja tidak mampu!”. Karang tersentak. hatinya bahkan lebih tersentak ketika mengetahui bahwa kedua orang tersebut adalah orang cacat. Lansi pertama menderita kebutaan, sedangkan lansia yang kedua menderita tuli. Allah telah membuka hatinya, Karang membayangkan begitu sulitnya seorang anak tiga tahun lamanya tanpa mata dan telinga. Dia menangis ketika melihat kedua lansia tersebut saling membantu. yang satu melihat tapi tak mendengar dan yang satu lagi mendengar tapi tak melihat.

Begitu senangnya Bunda ketika melihat Karang datang. Seketika tanpa sopan santun karang masuk keruang makan dan melihat merpati kcil yang sedang menggeram dan membanting-banting makannan di hadapannya. “Sejak kapan kalian memperlakukan anak ini seperti binatang”. tuan HK marah. sedangka bunda hnya tersenyum, menahan sakit akan tajamnya pertanyaan Karang.Karang memulai pembicaraan. dia menyetujui untuk mengurus merpati, tapi dengan sebuah syrat yang menurut tuan HK adalah syarat yang sangat berat. Syaratnya adalah karang mendapat hak preogratif atas apa yang ingin dia kerjakan dan lakukan kepada Merpati. Melihat wajah Bunda istrinya, akhirnya tuan HK menyetujui syarat tersebut. Karang langsung melihat merpati, kemudian dia memegang tangan merpati dengan keras. merpati berontak. akhirnya sebuah pukulan mendarat di tangan merpati “Diam!” teriak karang denagn keras. Merpati diam, bikan karena suara karang yang keas, melainkan karena sebuah sensasi berupa pukulan yang ia daptkan. seumur-umur merpati belum pernah mendapatkan pukulan atau tidndakan keras lainnya. Tuna HK naik pitam “Tenang tuan. anak ini memang perlu diajarkan bagaimana rasanya kasih sayang dan pukulan, mana sendok untuk makan dan mana bola untuk dilempar, masalahnya anak tuan ini buta dan tuli!, ia tidak mendapt informasi apapun tentang benda dan sekelilingnya. bahka untuk membedakan ibunya dan bapaknya saja ia tidak tahu”. Tua HK dan bunda diam seketika.

Hari pertama karang menegakan sebuah aturan pada merpati yakni “Tidak boleh makan kalo tidak menggunakan sendok”. rasionalisasinya supaya merpati paham bahwa alat yang dia pegang adalah alat untuk makan bukan untuk di lempar. Selama tiga hari melati dipaksa terus untuk memegang sendok, walaupun akhirnya sendok tersebut dilempar. alhasil selama tiga hari tiga malam merpati tidak makan sesuap apapun. Bunda menangis. Tapi tangisannya terkadung makna doa akan perkembangan merpati.

Hari yang ditunggu tiba, rasa lapar yang dirasakan merpati akhirnya memaksa ia menggunakan sendok yang selama ini karang kenalkan setiap pagi untuk sarapan. tangannya bergetar dan sup yang diambilnya terkadang tumpah ke lantai. Bunda menangis haru. tapi keharuan tersebut baru permulaan dari sekian pengetahuan baru yang haru segera di dapat merpati. Aturan kedua yang karang terpakan adalah mengosongkan semua barang-barang di ruang atas tempat kamar dan tempat merpati bermain. Tujuannya adalah karang ngin mengenlakan barang-barang baru beserta fungsinya pada merpati. Benda kedua setelah mengenalkan sendok kepada merpati adalah kursi. merpati dipaksa untuk duduk dikursi jika ia ingin makan. Alhasil walau dengan waktu yang cukup lama merpati mau duduk dengan manis dan makan sendiri menggunakan sendoknya. Sekali lagi bunda menangis.Tapi menurut karang perkembangan ini sangat kecil. Harus dicari alternatif baru/ cara baru untuk menolong merpati.

Tuan HK akhirnya mengetahui sejarah kelam dari Karang. Ia naik pitam ketika tahu bahwa karang telah menewaskan 18 orang anak seusia merpati. Kini ia tak melihat lagi wajah belas istrinya. pikirannya hanya satu yakni karang harus segera meninggalkan rumahnya. Ia meminta istrinya untuk mengusir karang. walau sudah ada kemajuan dari merpati dia masih risau dengan keselamatan merpati. Untungnya tuan HK berangkat ke Siangupura untuk keperluan bisnis. Tuan haka berpesana dengan nada mengancam, kepada istrinya bahwa setelah ia pulang dari singapura Karang harus sduah angkat kaki dari rumahnya.

Keyakinan Bunda tak tergoyahkan, keyakinan yang kuat sekuat Karang. Ia tidak akan membiarkan seorang manusia berhati malaikat yang Allah turunkan kepadanya untuk pergi meninggalkan cita-itany. cita-cita untuk melihat erpati kembali tersenyum dan berkata “Bunda Merpati Cyang Bunda”. Karang masih tetap ada di rumah itu. karang berpikir keras bagaimana caranya berkomunikasi dengan merpati. bagamana caranya membuka sebuah pintu agar arus informasi bisa masuk ke  otak dan hati merpati.

Sudah dua minggu merpati tetap tidak ada perkembangan. Kalaupun ada itu masih perkembangan lama yakni makan dan duduk. selebihnya tidak ada.Pagi itu tuan HK datang, bagitu marahnya ia karena karang masih ada di rumahnya.Bunda berusaha menjelaskan perkembangan merpati. tuan HK terdiam emudian matanya bergrilia mencari dimana merpati. Bunda, karang dan HK terkejut ketika tidak menemukan merpati di sekitar temapt permainan. Karang berlari keluar dan melhat merpati sedang asyik menari-nari mengadahkan tangnyya di tengah guyuran hujan. Merpati tertawa. Merpati menggeram layaknya bocah kesenangan. Dari sana karang sadar bahwa ada hal yang bisa dimanfaatkan untuk kemajuan merpatai, apa itu? ya, tangan manusia adalah salah satu bagian dari organ tubuh kita yang sensitive. Mungkinkah tangan bisa digunakan untuk berkomunikasi?

Akhirnya karang berhasil membuka pintu yang selam tiga tahun ini sulit dibuka. Dengan menempelkan tangan merpati di mulut karang, merpati bisa merasakan getaran, dan bisa membuatnya paham akan sesuatu hal. Merpati menggeram bukan hanya asal menggeram, ia menggeram mungkin sedang bertanya apa ini? siapa ini? lalu bagaimana ini? dsb. akhirnya kunci terbuka. arus informasi mengalir begitu derasnya bagi merpati. kadangintonasi geraman merpati terus meninggi. itu artinya ia sedang meinta penjelasan lebih tentang suatu hal yang baru ia pahami.

Disuatu malam tangan merpati masih menepel di mulut bunda. Sebelum ia tertidur pulas ia menggeram sambil tersenyum. Bundapun tersenyum dan paham dengan apa yang dikatakan puterinya. sebuah kata yang selama ini ia nanti-namtikan. Merpati berkata “Bunda…Semoga Bunda disayang Allah…” dan bunda pun menagis….

Disaat aku merindukan engaku BUNDA^_^

Hendri Okarisman..

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s