LOWA (Low Of Atraction ) Journey To Ambon Island

Prolog

Mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat diasaat aku lemah, mudah-mudahan bisa menjadi penyemangat saat anak dan cucuku saat membaca kumpulan cerita ini, Amiin.. (Terinspirasi dari kak ario dan akh rama) “saya sadar bahwa sya adalah orang biasa, tapi saya juga sadar bahwa saya  harus terus berikhtiar dan saya yakin suatu saat saya bisa menjadi seorang yang Luar Biasa!…”

Allah memiliki cerita indah dibalik setiap keputusannya

Setelah menjalani ujian blok 12 tanggal 23 juni 2010, ada beberapa agenda yang sudah saya persiapkan untuk mengisi liburan yang cukup panjang ini, yang pertama adalah menfaatkan moment muktamar untuk berwirausaha dengan tujuan uang hasil yang didapat bisa dimasukan untuk kas LDF (Lembaga Dakwah Fakultas), ini merupakan salah satu grand designe yang kami buat diawal kepengurusan yakni menjadikan LDF kami mandiri finansial 2011, yang kedua saya harus mulai memikirkan dan menggarap KTI (Karya tulis ilmiah) karena hal tersebut merupakan salah satu target yang harus saya kerjakan di tahun 2010. Ketiga saya harus bisa maksimal dalam kepanitiaan mahasiswa baru dan mempersiapkan terkait perekrutan dan ramadhan di Fakultas, saya berpikir bahwa kerohanian islam harus menjadi lembaga yang bisa berkontribusi banyak dalam mengenalkan islam kepada mahasiswa baru. Keempat saya harus memulai untuk berdakwah akademik dengan cara memperbaiki cara belajar saya, saya tidak bisa memungkiri bahwa nilai saya terseok-seok dengan pola belajar yang saya tepakan dan kesibukan organisasi yang tidak bisa saya hindarkan, di tahun ini juga saya mempunyai target untuk menjadi asisten praktikum IT yakni satu-satunya peluang asisten bagi mahasiswa FK, karena untuk praktikum selain IT asisten hanya bisa didisi oleh mahasiswa yang sudah lulus (S.ked) atau dokter. Anda percaya dengan low of attraction atau prof. yohanes surya menyebutnya dengan Mestakung (Semesta Mendukung)? Baik dalam kalimat sederhana saya menyebut LOWA sebagai seribu jalan kemudahan yang Allah SWT berikan bagi setiap hambanya yang focus/ istiqomah terhadap cita-cita atau targetan yang ingin ia dapatkan. Bismillah..sekitar seminggu sebelum ujian akhirnya saya menyepakati untuk berkerja sama dengan salah seorang teman saya bernama Hengki dalam hal penyewaan barang dan stand untuk berwirausaha di arena muktamar satu Abad muhammadiyah yang kebetulan diselenggarakan di kampus kami UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), saya sendiri mengatasnamakan LDF, ada beberapa alasan kenapa saya memilih Hengki untuk menjadi partner, salah satu alasan kuatnya adalah Hengki sudah cukup berpengalaman terkait kewirausahaan setidaknya saya dan teman-tman LDF bisa belajar banyak dari beliau. Sekitar dua hari setelah kesepakatan tersebut saya berkenalan dengan salah satu pemasar peci yang bernama pak herman ketika mengantarkan teman dari Tasikmalaya untuk bersilaturahmi dengan beliau di Jogja dan Alhamdulillah Mestakung (alam semesta mendukung) kembali bekerja, lewat pak Herman saya direkomendasikan untuk mencari barang-barang souvenir dari Tasikmalaya tepatnya di Rajapolah (Pusat kerajinan Tasikmalaya)  dan beliau merekomendasikan beberapa nama toko yang menjadi langganannya. Akhirnya saya dan Hengki menyepakati bahwa lahan yang akan kami geluti adalah cendramata khas jogja dan baju batik, untuk gantungan kunci kami sudah mendapat kenalan lama yakni Pak Dadang asli sunda yang kini menetap di jogja, setelah bersilaturahmi kerumahnya kami sepakat untuk bekerja sama. Untuk batik rencananya kami mengambil dari sahabat kami Faza, beliau adalah salah satu PH (pengurus Harian) di LDF ntuk hal ini kami tidak usah repot-reput lagi karena beliau sudah paham dengan kami, sedangkan untuk baju koko saya mengontak teman SMA saya di Tasikmalaya yang memiliki grosir pakaian koko bordel khas gobras Tasikmalaya. Nama stand yang kami dirikan adalah Ikhtiar Cendikia (IC) yang merupakan bagian dari IC Medica Grouf, dengan harapan semoga ikhtiar yang kami lakukan disertai dengan analisais dan prediksi yang tepat serta mendapat ridho dari Allah SWT. Saya sering shearing bersama Hengki terkait kewirausahaan, beliau mengatakan bahwa dalam hal kewirausahaan hal pertama yang kita butuhkan adalah keberanian untuk melangkah, banyak sekali orang di dunia ini yang merencanakan tapi tidak pernah diikuti dengan sebuah langkah konkrit berupa tidakan, mereka takut dengan kegagalan, merka terlalu takut dengan spekulasi-spekulasi akurat yang mereka pikirkan sendiri. Sebaliknya dibutuhkan seseorang yang berani mengambil tidakan untuk memulai, ibarat seseorang yang sudah berilmu ia mulai mengaplikasikan dengan amal maka keberanian untuk memulai adalah kuncinya, tak peduli apa yang dikatakan orang-orang di sekelilingnya ia selalu mengeliminasi setiap pikiran negative yang mempengaruhinya dan mensubstitusi dengan hal-hal positif yang membangkitkan semangatnya. Tanggal 25 Juni 2010 saya memimpin syuro terakhir sebelum liburan dengan seluruh pemandu mataf (Masa Ta’aruf), dua hari sebelum itu saya memaparkan tentang konsep perekrutan mahasiswa baru dan konsep ramadhan dalam syuro PH, semua ph paham dengan kesepakatan agenda-agenda yang sudah kita sepakati bersama, deadline, pj dan konsep sudah kami sepakati. Seminggu sebelum ujian saya mencoba merealisasikan target yang kedua yakni mulai mengarap KTI, saya mengumpulkan tiga orang teman untuk menjadi sebuah tim yakni Dian Sidiq, Ayu dan Mba Inus, kami sepakat untuk melobi dr. Titiek sebagai pembimbing dan Alhamdulillah beliau menyetujui, tanggal 26 seharusnya kami kumpul kembali dengan dr.titiek tapi hampir semua anggota termasuk saya harus pulang kampung, jadinya Ayu yang bertugas untuk bertemu dengan dr. Titek dan kami sepakat setelah liburan kami harus focus kembali.  saya berencana pulang sore itu juga setelah syuro pemandu, sekaligus mempesiapkan daftar list barang-barang yang akan saya beli untuk stand nanti, saya berpikir ini adalah sebuah moment yang tidak boleh di lewatkan oleh LDF walaupun tidak semua ph yang bisa membantu dikarenakan sibuknya Muktamar dan sudah masanya libur untuk pulang kampung, dank as LDF sedang kososong, saya putuskan modal untuk stand ini saya ambil dulu dari buku tabungan pendidikan yang saya miliki, saya dan hengki bersepakat untuk membagi dua pengeluaran dan keuntungan, saya selalu ingat perkataan pak SBY yang mengatakan bahwa kita harus mencoba berpikir “Out Of The Box” berpikir untuk selangkah lebih maju dari orang lain, dan berpikir diluar dari focus yang biasa orang pikirkan. Sebelum pulang saya dipanggil Akh syahru ketua UKI JAA (Unit Kerohanian Islam Jamaah Al-Anhar) sebagai induk dari LDF kami, ”Akh antum ada agenda pas tanggal 1-5 Juni nanti?, antum ga ikut panita Muktamar kan?”, “Untuk panitia saya ga ikutan akh tapi ada rencana untuk membuka stand LDF pas muktamar nanti”, “Oh gitu, insya Allah sepertinya itu bisa di wakilkan ke staf antum ya, berarti insya Allah antum tidak memiliki agenda urgent untuk tanggal tersebut”, “Afwan memang ada apa akh?”, “Antum ikut ane ke cara Munas FSLDKN (Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Nasional) di Ambon ya?”  (Bersambung…)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s